DEDI RISWANDI

Tampilkan postingan dengan label Computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Computer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 April 2017

Unknown

Black Screen

Pengertian Black Screen (KSoD) Windows 7 dan Cara Mengatasinya

Pengertian Black Screen atau BlSoD atau KSoD dan cara memperbaikinya dalam komputer Windows 7.
Black Screen (KSoD) merupakan suatu bentuk error komputer, yang terjadi karena komputer sedang mengalami problem sistem (operasi) yang sifatnya sangat kritis (critical system error). Black Screen muncul pada fase sebelum atau saat mulai loading 

Windows.

Gejala Black Screen
  • Saat komputer booting, maka proses tiba-tiba berhenti dan layar akan menampilkan warna hitam tanpa tampilan apapun. 
  • Kadang di layar bisa tampil "kursor" yang berkedip.

Ada 2-jenis Black Screen
  1. Boot Black Screen : Black Screen (KSoD) muncul sesaat setelah sistem ON, atau setelah proses POST selesai. Dan selanjutnya tidak ada tampilan dan aktifitas sistem dalam bentuk apapun.
  2. Windows Black Screen : Black Screen muncul setelah tampil Logo Windows atau sebelum Wellcome Screen. Dan selanjutnya juga tidak ada aktifitas apapun.
    Note : Kadang bisa terjadi, setelah menunggu cukup lama (15-20 menit) ternyata sistem bisa melanjutkan loading Windows dengan normal, tetapi situasi ini tidak selalu bisa terjadi.

Sumber Penyebab Black Screen
Seperti halnya Bluescreen (BSoD), maka Black Screen (KSoD) pun juga merupakan error yang memiliki penyebab amat luas. Hanya saja,
  • pada Blue Screen (BSoD) error lebih banyak bersumber pada problem hardware, sedangkan 
  • pada Black Screen sumber error nya lebih cenderung pada adanya problem software, yaitu problem file sistem Windows (system file).
Karena perbedaan yang mendasar atas sumber penyebab-nya, maka cara perbaikannya (tool yang digunakan) pun juga (agak) berbeda.
Cara Memperbaiki Black Screen
Secara garis besar, memperbaiki Black Screen (KSoD) tidaklah sesulit memperbaiki Blue Screen (BSoD). Black Screen biasanya lebih mudah diatasi, karena lingkup sumber penyebab-nya lebih pada file sistem yang berkaitan dengan proses booting (loading) Windows. Ini tidak seluas kemungkinan penyebab BSoD yang menyangkut banyak jenis hardware (dan Device Driver) yang berbeda.

Metode perbaikan paling efisien (dan efektif) adalah memperbaiki menggunakan Command Prompt. Baik Command Prompt dari dalam Windows - jika masih bisa masuk ke Windows Safe Mode (with Command Prompt). Atau Command Prompt dari "luar" Windows - yaitu dari
System Recovery Option. Mungkin anda perlu membaca artikel tsb.

Di bawah ini adalah langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi problem Black Screen.
  1. Cobalah untuk me-Restart komputer, dan membiarkan sistem berusaha masuk ke Windows Normal. Siapa tahu Black Screen yang terjadi hanya kasus "kebetulan" saja. Tetapi jika hal ini tetap gagal, maka coba lanjutkan di bawah ini.
  2. Restart dan masuk ke Windows Safe Mode.
  3. Jika bisa masuk Safe Mode. Bukalah Command Prompt (Administrator). Setelah layar Command Prompt terbuka,
    1. Jalankan SFC (System File Checker).
      1. Caranya : ketik perintah sfc /scannow --> tekan Enter - Gambar-1.
      2. Tunggu proses sampai selesai, yang mungkin bisa butuhkan waktu beberapa menit. Lebih lengkap Anda bisa membaca artikel System File Checker.
      3. Note : Kadang perlu menjalankan SFC dua atau tiga kali, terutama jika banyak file sistem yang rusak. Jadi ada baiknya anda mengulang perintah di atas.
        Setelah proses selesai,  restart komputer dan apakah sistem berhasil pulih normal kembali. Jika belum berhasil, buka kembali layar Command
        Prompt, lalu 
    2. Jalankan Check Disk.
      1. Caranya : ketik perintah chkdsk /f /r --> tekan Enter. Lalu ketik Y (untuk Yes) - Gambar-2.
      2. Lebih detil Anda bisa membaca artikel CHKDSK Windows 7. Setelah proses check disk selesai, restart komputer, dan biarkan masuk ke Windows Normal mode.
  4. Jika tidak bisa masuk Windows Safe Mode. Anda bisa menjalankan SFC saat komputer booting.
    1. Caranya silahkan baca artikel Booting SFC, yang akan menjelaskan langkahnya secara lengkap. 
    2. Dengan cara ini pula, anda pun bisa menjalankan Check Disk dengan ketik perintah seperti di atas.

 


Read More
Unknown

Cara Jitu Mengatasi Komputer Tidak Bisa Masuk Windows

Cara Jitu Mengatasi Komputer Tidak Bisa Masuk Windows ~ Saat anda menyalakan ataupun merestart komputer dan ternyata komputer hanya menampilkan error atau bluescreen, maka anda mengalami salah satu permasalahan yang sering muncul bagi pengguna komputer. Permasalahan tersebut adalah komputer tidak bisa masuk windows. Permasalahan ini muncul karena proses booting dari komputer yang tidak sempurna atau ada kemungkinan proses booting-nya terhenti ditengah jalan.
Komputer gagal masuk ke windows
 
ebagai orang awam di dunia komputer mungkin anda akan panik dan bingung atas munculnya masalah ini. Mungkin anda akan berpikir apakah komputer anda rusak dan sebagainya. Tapi sebelum menjadi panik, ada baiknya anda mengetahui beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab komputer tidak dapat masuk ke windows. Pengetahuan ini tentu akan sangat membantu anda ketika dihadapkan pada masalah sejenis di kemudian hari.
Berikut ini adalah beberapa penyebab komputer anda tidak dapat masuk ke windows :
  1. Ada file yang tidak sengaja terhapus dalam Sistem Operasi Windows
  2. Ada kemungkinan virus, spyware ataupun Trojan yang ikut loading saat anda men-start up komputer.
  3. Ada kerusakan pada file atau driver yang menyebabkan windows gagal dalam membacanya.
  4. Sistem Operasi Windows yang rusak atau belum diinstal.
  5. Ada setting BIOS yang settingannya dirubah atau tidak benar.
Dari beberapa alasan yang dikemukakan diatas, anda dapat mencoba mengecek dan mengatasi masalah-masalah tersebut dengan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut :
Dari beberapa alasan yang dikemukakan diatas, anda dapat mencoba mengecek dan mengatasi masalah-masalah tersebut dengan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut :

Safe Mode
 
  1. Cobalah start-up dengan menggunakan Safe Mode
Anda dapat menekan  F5 dari keyboard anda ketika komputer pertama kali akan masuk ke windows. Kemudian pilih Safe Mode, ketika komputer berhasil masuk ke windows berarti akan ada loading yang tidak dapat dibaca oleh windows dengan benar. Coba matikan loading tersebut dengan menggunakan “MSconfig” pada langkah start-up. (Start => run => Msconfig).
  1. Cara paling mudah untuk memulihkan komputer yang tidak dapat masuk ke windows adalah dengan cara repair windows. Masukkan CD instalasi windows kemudian ubah BIOS untuk mencoba start-up via CD atau DVD-ROM, kemudian setelah instalasi masuk ke bagian install windows maka pilih opsi repair windows. Anda dapat menginstal windows ke folder baru atau lakuka format harddisk jika repair windows gagal.
  2. Pastikan bahwa anda tidak mengubah setting BIOS sebelumnya. Jika memang anda telah merubah setting BIOS maka kembalikan setting BIOS seperti semula. Jika anda lupa, sebaiknya pilih Loading BIOS Default.
  3. Kerusakan pada Driver VGA Card juga dapat menjadi penyebab komputer tidak dapat masuk ke windows. Untuk penyebab ini, anda dapat mencoba untuk melakukan Safe Mode lalu uninstall Driver VGA Card yang rusak kemudian install ulang Driver VGA yang benar ketika masuk ke windows secara normal.
Jika keempat cara diatas sudah anda lakukan dan ternyata anda gagal, maka ada kemungkinan bahwa salah satu hardware anda mengalami kerusakan. Biasanya hardware yang mengalami kerusakan adalah Memory Harddisk VGA dan mungkin saja Mainboard juga rusak, tetapi kerusakan Mainboard merupakan kemungkinan paling kecil
Dan itulah beberapa cara yang dapat anda lakukan jika komputer anda gagal masuk ke windows. Jadi jangan terlalu panik atau langsung berpikir untuk pergi men-service-kan komputer anda. Coba lakukan beberapa tips diatas dan cari tahu dimana letak  kerusakan pada komputer anda. Selamat mencoba..
 

 

Read More

Minggu, 16 April 2017

Unknown

Cara Memperbaiki Flashdisk Yang Minta Format

Flashdisk atau USB flash drive adalah ruang penyimpanan data virtual yang saat ini tetap bertahan dan semakin berkembang. Jika dahulu ruang penyimpanan dari flashdisk berukuran kurang dari 1 GB, maka modern ini USB flash drive sudah hadir dengan ukuran penyimpanan bergiga-giga dengan bentuk dimensi yang super slim. Namun begitu, perkembangan dari flashdisk sendiri tidak serta merta tanpa hambatan. Masih ada banyak masalah yang sering dihadapi oleh para pengguna dan salah satunya adalah flashdisk yang meminta format secara terus menerus. Oleh sebab itu, artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara memperbaiki flashdisk minta format.
Penyebab dari flashdisk minta format sendiri cukup banyak, mulai dari keadaan software yang eror atau rusak, terkena virus, port yang bermasalah, perangkat PC yang bermasalah dan hardware. Ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi hal-hal tersebut.

Lakukan Low Level Format
  1. Cara ini dapat dilakukan jika perangkat Anda menggunakan produk Windows 7 atau 8. 2. Langkah untuk memulainya adalah dengan pergi ke bagian “run”, lalu ketikan “compamgmt.msc” (tanpa tanda petik).
  2. Cari huruf flashdisk Anda. Jika ada di “E:” maka pilih yang ada di daftar tersebut. Selain itu, biasanya pada compamgmt sudah ada nama dari flashdisk Anda.
  3. Selanjutnya Anda tinggal mem-format flashdisk dengan file tipe FAT32 hingga selesai.
  4. Lepas dan pasang kembali flashdisk. Jika berhasil, USB drive Anda tidak akan kembali meminta format.
Software recovery
Cara ini menggunakan aplikasi pihak ketiga yang biasanya bernama USB flash drive recovery atau repair flashdisk. Fungsinya hampir sama dengan Low Level Format manual, yaitu mengubah tipe flashdisk menjadi tipe FAT32.
Unduh Repair Flashdisk: http://files.indowebster.com/repair_flashdisk_v2_9_1_3.html
Atau unduh Hard Disk Low Level Format Tool : http://www.sharebeast.com/z3cbmm5obzkk
Gunakan CMD
  1. Seperti cara pertama, Anda harus mengetahui dulu huruf dari flashdisk yang ingin dieksekusi. Misalnya, “flashdisk E:”.
  2. Selanjutnya masuk ke mode “run” lalu ketikan kata “cmd”.
  3. Selanjutnya akan muncul command dengan ciri khas background hitamnya. Anda bisa mengetikan perintah pada kolom tersebut. Dalam masalah ini, ketikan kata “format E:” atau “format [huruf:]”. Tunggu hingga proses selesai.
  4. Selanjutnya lepaskan dan masukan kembali flashdisk Anda ke perangkat komputer.
  5. Jika sudah tidak lagi meminta format, maka Anda berhasil dengan cara ini.
Gunakan CMD (2)
  1. Cara menggunakan CMD untuk mengatasi flashdik minta format kedua ini sama dengan yang pertama. Bedanya, Anda hanya perlu mengganti kode perintah menjadi “CHDSK E:/R” atau “CHDSK [huruf:]/R”.
  2. Tunggu hingga proses selesai, lalu lepas dan masukan kembali flashdisk Anda.
  3. /R adalah perintah format dan repair. Selain itu, Anda bisa mengganti kode tersebut dengan kode “/F” untuk perintah format tanpa repair.


Read More

Minggu, 09 April 2017

Unknown

Cara Mudah Mengatasi Komputer Lambat



Cara untuk mengatasi kommputer lambat pada windows xp atau windows 7 hampir sama namun ada sedkit perbedaan. Tetapi jika anda sudah terbiasa dengan windows maka akan mudah mengenali perbedaanya.
Bagaimanakah Cara Mudah Mengatasi Komputer Lambat?
Berikut ini adalah cara mengatasi komputer lambat:
1. Periksa program/ aplikasi yang memakan memori cukup banyak. Untuk mengeceknya bisa melalui ‘Task Manager’.
Ctrl+Alt+Del -> Task Manager -> tab “Process”
Melalui task manager maka akan terlihat aplikasi yang menggunakan memori. Silahkan anda tutup/ close/ end process program yang tidak dibutuhkan.
2. Teralalu banyaknya module yang terinstall akan membuat komputer menjadi lambat. Kadangkala kita  sering menginstall banyak modul untuk melakukan tugas terutama seorang mahasiswa atau siapapun yang ingin trial and error. Itu membuat aplikasi tersebut jadi menumpuk meskipun aplikasi tersebut tidak sering digunakan. Anda dapat memerikasa module apa saja yang sudah terinstal di komputer anda melalui cara klik add/remove module di carry out row serta un-install program/ aplikasi yang hanya menjadi accesories tersebut.
3. Untuk Windows 7, apabila masih lambat anda bisa melakukan cara berikut ini:
Control Panel -> Performance Information & Tools (manfaatkan fitur search) -> Adjust Visual Effects.
Pada tab “Visual Effects”, pilih “Adjust for best performance”. Atau dapat juga uncheck pada list yang terletak dibagian bawah. Itu untuk menghilangkan tampilan visual yang tidak dibutuhkan agar konsumsi memori lebih berkurang dan komputer akan menjadi lebih cepat.
4. Manfaatkan fitur defragment.
Kali ini coba lakukan “Disk Defragment”.  Pada kotak search di start ketikkan  “Defragment”  kemudian tekan Enter.
Setelah itu defragment Harddisknya.
5. Hapus file-file yang tidak diperlukan terletak  di folder prefect.
Caranya: Buka explorer -> C://windows/prefetch -> hapus seluruh file yang ada di dalam folder prefetch tersebut.
6. Gunakan ccleaner. Silahkan download ccleaner di website.
Itulah informasi yang dapat saya sampaikan tentang Cara Mudah Mengatasi Komputer Lambat  semoga dapat mengatasi problem anda.
Read More
Unknown

Perbedaan Kelebihan Kekurangan Windows 32-bit dan 64-bit

Pada waktu kita akan menginstal sistem operasi, software aplikasi atau driver suatu hardware, kita akan menemukan istilah 32-bit dan 64-bit. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan istilah 32-bit dan 64-bit tersebut? Nah, bagi Anda yang masih sedikit kebungungan, dalam artikel kali kita akan mencoba mengenal lebih jauh tentang pengertian dan perbedaan dari 32-bit dan 64-bit tersebut.

Istilah 32-bit dan 64-bit sebenarnya mengacu pada kemampuan CPU atau Processor Komputer dalam meng-handle bit-bit informasi.

Dalam sebuah Processor, terdapat sebuah tempat penyimpanan data sementara yang disebut sebagai Register yang berguna untuk mempercepat proses eksekusi suatu informasi. Bit penunjukan mengacu pada lebar register, sehingga 64-bit register dapat menyimpan lebih banyak data dari register 32-bit. Prosesor 32-bit hanya dapat memproses 32 digit sekaligus. Besarnya lebar Register ini sangat berpengaruh terutama dalam hal pemanfaatan memori (RAM). Sebuah CPU dengan register 32-bit, memiliki 2 pangkat 32 alamat dalam register-nya sehingga dengan demikian memori yang dapat diakses terbatas hanya sampai 4GB RAM saja. Secara teori CPU 64-bit dapat bekerja dengan kapasitas memory hingga 17 juta GB, selain itu juga mampu menangani tugas hingga dua kali lebih cepat.

Lantas apa hubungannya antara arsitektur Processor 32-bit dan 64-bit dengan sistem operasi yang kita digunakan?

Untuk memaksimalkan kinerja komputer, tentu saja kita harus menyesuaikan anatara versi operating sistem dengan jenis Processornya. Misalnya apabila Processor kita sudah 64-bit maka sebaiknya ketika menginstal sistem operasi kita pilih yang versi 64-bit. Mulai dari sistem operasi Windows XP, sudah terdapat versi 64-bitnya. Yang harus kita ketahui, bahwa kita bisa menginstal sistem operasi 32 bit pada Processor 64-bit tetapi tidak sebaliknya, kita tidak bisa menginstal sistem operasi 64-bit pada komputer dengan Processor 32-bit.

Bagaimanakah cara mengetahui apakah CPU Support 32-bit dan 64-bit ?

Ada beragam cara untuk mengetahui apakah Processor kita support 32-bit atau 64-bit. Disini saya hanya akan jelaskan 2 buah cara saja, yaitu:

1. Dengan melihat informasi pada System Properties, Misalnya pada Windows 7 dapat dilihat dengan cara:


  • Klik Kanan icon "My Computer" yang ada di desktop atau Start menu
  • Pilih Properties, akan tampil sebuah windows dengan tampilan seperti berikut :  

2. Dengan menggunakan sotware Securable. Aplikasi ini berukuran sangat kecil hanya 115 KB saja, cukup jalankan aplikasinya dan hasilnya akan langsung terlihat apakah Processor Anda support 64-bit atau tidak, berikut tampilannya , pada laptop saya.
Download aplikasi Securable di https://www.grc.com/securable.htm

Kekurangan Sistem Operasi 64-bit

Seperti telah disebutkan diatas, bahwa salah satu keuntungannya kita menggunakan sistem operasi versi 64-bit misalnya saja sistem operasi Windows 7 64-bit adalah kita bisa memaksimalkan penggunaan memori. Apabila menggunakan Windows 7 versi 32-bit maka windows hanya akan mengenali RAM sebesar 4GB saja (meskipun RAM yang terinstal sebesar 8 GB misalnya) yang dalam prakteknya tidak jarang hanya terbaca sekitar 3,25 GB saja. Sedangkan apabila menggunakan Windows 7 64-bit maka besarnya memori yang terpasang tersebut akan seluruhnya bisa dimanfaatkan. Selain itu dalam pemrosesan data-pun akan terasa lebih cepat apabila menggunakan Windows versi 64-bit.

Kekurangan dari sistem operasi versi 64-bit ini mungkin terletak pada aplikasi yang akan kita instal, dimana biasanya ada beberapa sotware yang hanya dapat dijalankan pada Windows 32-bit saja. Demikian pula dengan driver hardware yang digunakan, untuk driver hardware keluaran lama ternyata masih banyak yang hanya menyediakan driver untuk windows versi 32-bit saja, sehingga apabila windows kita sudah 64-bit akan kesulitan untuk mencari driver pengganti yang kompatible.

Demikianlah sedikit pembahasan mengenai perbedaan sistem 32-bit dan 64-bit, cara mengetahui apakah Processor kita support 64-bit beserta kelebihan dan kekurangan sistem 64-bit.
Read More
Unknown

Disk Fragmentation Salah Satu Penyebab Komputer Anda Lambat

Anda memiliki komputer saat ini? Sudah berapa lamakah komputer tersebut Anda miliki? Sama halnya dengan makhluk hidup, perangkat komputer milik Anda pun tentunya juga memiliki batas normal pemakaian. Baik software di dalamnya yang bisa expired, ataupun hardware nya juga bisa rusak. Dari sekian hardware pada komputer Anda adalah harddisk.
Lewat perangkat ini Anda biasa melakukan penyimpanan file baik berupa dokumen, foto, gambar, maupun video. Harddisk terkadang akan mengalami gagal dalam penyimpanan file ataupun pembacaan file. Misalkan saja, Anda mungkin pernah menyimpan sebuah file sangat lama pada harddisk usang, file nya mungkin Ada namun tidak bisa di copy ataupun dibuka. Bisa jadi juga harddisk milik Anda mengalami fragmentasi, tentu saja salah satu alternatif solusi adalah dengan menggunakan cloud storage

Pada Artikel kali ini penulis mencoba berbagi pengetahuan tentang disk fragmentation, utamanya jika Anda pengguna sistem operasi Windows. Kalaupun Anda pengguna sistem operasi lain, Linux misalnya? Artikel ini juga akan membantu Anda, Untuk menemukan solusi fragmentasi nya harddisk Anda.

Disk Fragmentation

Secara umum, pada sebuah harddisk setiap file yang disimpan didalamnya akan ditulis pada block block yang saling berdekatan. Semakin banyak harddisk tersebut Anda gunakan untuk menyimpan harddisk maka otomatis block pun akan terisi dan tentunya tampilan kapasitas akan terisi penuh sehingga Anda tidak lagi bisa menggunakannya ketika semua block telah terisi. Tidak hanya tentang block yang penuh, namun juga tentang aktifitas pada harddisk itu sendiri baik berupa penambahan, pengubahan ataupun penghapusan file juga akan memiliki efek pada harddisk itu sendiri. Hal ini lah yang memunculkan fragmentasi pada harddisk.
fragmentasi merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Yaitu dimana setiap block file tercecer pada ruang penyimpanan, sehingga ketika Anda melakukan akses pada sebuah file komputer akan membutuhkan tambahan waktu untuk melakukan pencarian bagian terpisah tersebut
Anda dapat menganalogikannya saja dengan kasus berikut. ABCD merupakan file yang sama dan menempati blok berbeda.
  • Seperti Anda lihat pada baris pertama ketika file tersebut masih belum terdapat pengubahan.
  • Kemudian dibaris kedua, File B dihapus sehingga otomatis block akan mengalami kekosongan diantara block tempat file A dan block file B.
  • File E ditambhkan pada baris ketiga, namun perbedaannya adalah file E memiliki ukuran yang lebih kecil. Sehingga otomatis akan tersisa sedikit ruang dari tempat file bertipe B sebelumnya. Oleh komputer jarak ini masih dianggap jarak antara file E dengan file C.
  • Dan pada baris ke 4, Anda menambahkan file F. Karena file ini lebih besar kapasitasnya maka penampungan pun terbagi pada space kosong diantara file E dan file C, serta file selanjutnya diletakkan pada bagian setelah file D.
Penggambaran singkat seperti ini pun mungkin masih bisa Anda bayangkan, namun bukankah perangkat harddisk milik Anda juga memiliki penyimpanan yang tidak sedikit? Bisa terbayang bukan jika penyimpanan ini terdiri dari ribuan hingga jutaan file yang tercecer. Melihat kenyataan tersebut, Jadi perlukah melakukan defrag harddisk komputer? Menurut penulis hal ini tergantung Anda pengguna sistem operasi apa. Karena secara dasar tiap sistem operasi memiliki cara berbeda dalam melakukan pembacaan harddisk.

Pembacaan System Windows

Mulai dari windows 2000 dan XP hingga seri terbaruya, Microsoft telah menerapakan teknologi system terbarunya yaitu system NTFS. System ini memiliki beberapa fitur Antara lain :
  • Kompresi data transparan
  • Setting quota per partisi
  • Serta Alternate data stream
Teknologi ini jelas lebih maju dibandingkan di saat versi windows 98, dimana media penyimpanan masih menggunakan FAT. NTFS mampu memaksimalkan kinerja harddisk, dengan pemanfaatan block kosong disekitar block yang terisi. Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan FAT system, dengan pencarian block kosong terdekat dari file pertama pada ruang penyimpanan.
Namun, meskipun teknologi ini memiliki banyak fitur, media penyimpanan pada Windows juga harus dilakukan defrag secara berkala. Mengingat adanya fragmentasi masih bisa ditemukan. Anda pun akan menemukan nantinya, Microsoft telah melakukan auto defrag ketika Windows dalam keadaan kosong (system idle).

Pembacaan System Linux

Linux memiliki system yang dikhususkan untuk kernel linux, dengan format extended file system (ext). Seiring perkembangannya, Anda akan menemukan ext2, ext3, dan ext4. ketiganya terdapat perbedaan dalam penyusunan block, Anda bisa membaca lebih panjang tentang ketiganya pada Wikipedia.
Tidak seperti halnya file system NTFS, ext melakukan penyebaran file ke seluruh harddisk, ketika melakukan aktifitas penyimpanan data sehingga ketika Anda melakukan pengubahan data, akan tersedia tempat yang luas untuk pengembangan data tersebut. Sedangkan bila system mendeteksi adanya fragmentasi, maka secara perlahan file akan dipindahkan otomatis oleh system untuk melakukan normalisasi. Ketika menggunakan Linux, fragmentasi mungkin tetap akan Anda temukan ketika kapasitas harddisk Anda hampir penuh.
Meskipun sebenarnya tidak membutuhkan defrag, Anda tetap bisa melakukan defrag pada Linux. Hanya dengan melakukan backup seluruh file dan hapus partisi tersebut. Kemudian copy file backup ke partisi itu lagi, maka linux secara otomatis akan melakukan penataan dengan lebih baik.
Kini setelah membaca Artikel ini, Penulis berharap Anda dapat menemukan salah satu solusi untuk mengatasi lemotnya komputer milik Anda. Harddisk terkadang bukan lah masalah utama. Jika ternyata Anda sudah melakukan defrag dan masih lamban, Anda mungkin masih bisa melakukan pengecekan lainnya, Software ataupun RAM misalnya. Kalaupun Anda memiliki pengetahuan filesystem lain biarkan kami tahu.


Read More